Jelas semua proses berpikir adalah terkondisi, tidak ada yang disebut berpikir bebas. Berpikir tidak pernah bebas, itu adalah hasil dari pengkondisian kita, dari latar belakang kita, dari budaya kita, dari iklim kita, dari latar belakang sosial, ekonomi, dan politis kita. Bahkan buku-buku yang Anda baca dan praktek-praktek religius yang Anda lakukan semuanya ada di latar belakang, dan setiap pikiran adalah hasil dari latar belakang itu. Jadi, jika kita bisa sadar—dan nanti dapat kita selami apa artinya hal itu, apa artinya sadar—mungkin kita dapat membongkar keterkondisian batin tanpa proses kehendak, tanpa niat untuk membongkar keterkondisian batin. Oleh karena begitu Anda berniat, terdapat entitas yang menginginkan, entitas yang berkata, ”Saya harus membongkar keterkondisian batin saya.” Entitas itu sendiri adalah hasil dari keinginan kita untuk mencapai hasil tertentu, jadi ada konflik di situ. Jadi, mungkinkah untuk sadar akan keterkondisian kita, untuk sekadar sadar, yang di situ tidak ada konflik sama sekali? Keadaan sadar itu sendiri, jika dibiarkan, mungkin dapat menghabisi masalah yang ada.
The Book Of Life
Jiddu Krishnamurti
Thursday, May 24, 2012
Wednesday, May 23, 2012
Kebebasan dari Diri
Untuk membebaskan batin dari semua keterkondisian, Anda harus melihat totalitasnya tanpa pikiran. Ini bukan pepatah; cobalah dan Anda akan melihat. Pernahkah Anda melihat sesuatu tanpa pikiran? Pernahkah Anda menyimak, memandang, tanpa memasukkan semua proses reaksi ini? Anda akan berkata, mustahil untuk melihat tanpa pikiran; Anda akan berkata tidak ada batin yang tak terkondisi. Bila Anda berkata demikian, Anda sudah menghalangi diri Anda sendiri dengan pikiran, oleh karena faktanya adalah Anda tidak tahu.
Jadi dapatkah saya melihat, dapatkah batin menyadari keterkondisiannya sendiri? Saya rasa dapat. Silakan mencoba. Dapatkah Anda menyadari bahwa Anda seorang beragama, seorang Sosialis, seorang Komunis, ini-itu; hanya sadar, tanpa mengatakan itu benar atau salah? Oleh karena begitu sulit untuk sekadar melihat, kita berkata itu mustahil. Saya katakan, hanya bila Anda menyadari totalitas diri Anda ini tanpa reaksi apa pun, maka keterkondisian itu lenyap, secara total, mendalam—yang sesungguhnya adalah kebebasan dari diri.
The Book Of Life
Jiddu Krishnamurti
Jadi dapatkah saya melihat, dapatkah batin menyadari keterkondisiannya sendiri? Saya rasa dapat. Silakan mencoba. Dapatkah Anda menyadari bahwa Anda seorang beragama, seorang Sosialis, seorang Komunis, ini-itu; hanya sadar, tanpa mengatakan itu benar atau salah? Oleh karena begitu sulit untuk sekadar melihat, kita berkata itu mustahil. Saya katakan, hanya bila Anda menyadari totalitas diri Anda ini tanpa reaksi apa pun, maka keterkondisian itu lenyap, secara total, mendalam—yang sesungguhnya adalah kebebasan dari diri.
The Book Of Life
Jiddu Krishnamurti
Tuesday, May 22, 2012
Semua Pikiran Tidak Lengkap
Anda dan saya menyadari bahwa kita terkondisi. Jika Anda berkata—seperti dikatakan oleh sementara orang—bahwa pengkondisian tidak bisa dihindarkan, maka tidak ada masalah; Anda budak, dan selesailah sudah. Tetapi jika Anda mulai bertanya-tanya, apakah mungkin untuk mematahkan keterbatasan ini, keterkondisian ini, maka ada masalah; jadi, Anda harus menyelidik ke dalam seluruh proses pikiran, bukan? Jika Anda sekadar berkata, “Saya harus sadar akan keterkondisian saya, saya harus memikirkannya, menganalisisnya, untuk dapat memahami dan memusnahkannya,” maka Anda melakukan upaya. Pemikiran Anda, analisis Anda, masih hasil dari latar belakang Anda; maka melalui pikiran Anda jelas Anda tidak mungkin mematahkan keterkondisian yang pikiran itu sendiri adalah bagiannya.
Jadi, pertama-tama lihatlah masalah itu saja, jangan bertanya bagaimana jawabannya, pemecahannya. Faktanya kita terkondisi, dan bahwa semua pikiran untuk memahami keterkondisian ini selalu tidak lengkap; jadi tidak pernah ada pemahaman total, dan hanya di dalam pemahaman total akan seluruh proses pikiran terdapat kebebasan. Kesulitannya adalah bahwa kita selalu berfungsi di dalam lingkup batin, yang adalah alat pikiran—masuk akal atau tidak masuk akal; dan seperti telah kita lihat, pikiran selalu tidak lengkap.
The Book Of Life
Jiddu Krishnamurti
Jadi, pertama-tama lihatlah masalah itu saja, jangan bertanya bagaimana jawabannya, pemecahannya. Faktanya kita terkondisi, dan bahwa semua pikiran untuk memahami keterkondisian ini selalu tidak lengkap; jadi tidak pernah ada pemahaman total, dan hanya di dalam pemahaman total akan seluruh proses pikiran terdapat kebebasan. Kesulitannya adalah bahwa kita selalu berfungsi di dalam lingkup batin, yang adalah alat pikiran—masuk akal atau tidak masuk akal; dan seperti telah kita lihat, pikiran selalu tidak lengkap.
The Book Of Life
Jiddu Krishnamurti
Monday, May 21, 2012
Kebenaran Halus
Anda mengalami kilatan pemahaman, pencerahan yang luar biasa cepat, ketika batin sangat hening, ketika pikiran tidak ada, ketika batin tidak dibebani oleh kebisingannya sendiri. Jadi, pemahaman terhadap sesuatu—suatu lukisan modern, seorang anak, istri Anda, tetangga Anda, atau memahami kebenaran, yang ada di dalam segala sesuatu—hanya dapat muncul bila batin sangat hening. Tetapi keheningan itu tidak dapat dipupuk, oleh karena jika Anda memupuk batin agar hening, itu bukan batin yang hening, itu batin yang mati.
... Makin Anda berminat terhadap sesuatu, makin Anda berniat memahami, makin sederhana, jernih dan bebas batin itu. Maka penggunaan kata-kata pun berhenti. Bagaimana pun juga, pikiran adalah kata, dan kata itulah yang mengganggu. Tabir kata-kata, yang adalah ingatan, itulah yang menyela di antara tantangan dan tanggapan. Katalah yang menanggapi tantangan, yang kita namakan penalaran. Jadi, batin yang berceloteh, yang menggunakan kata-kata, tidak dapat memahami kebenaran—kebenaran di dalam hubungan, bukan kebenaran abstrak. Tidak ada kebenaran abstrak. Tetapi kebenaran itu sangat halus. Yang halus sukar diikuti. Itu bukan abstrak. Ia muncul begitu cepat, begitu gelap, sehingga tidak dapat digenggam oleh batin. Bagaikan pencuri di waktu malam, ia datang dalam kegelapan, bukan pada saat Anda siap menerimanya. Penerimaan Anda hanyalah sekadar mengundang keserakahan. Jadi, batin yang terperangkap di dalam kata-kata tidak dapat memahami kebenaran.
The Book Of Life
Jiddu Krishnamurti
... Makin Anda berminat terhadap sesuatu, makin Anda berniat memahami, makin sederhana, jernih dan bebas batin itu. Maka penggunaan kata-kata pun berhenti. Bagaimana pun juga, pikiran adalah kata, dan kata itulah yang mengganggu. Tabir kata-kata, yang adalah ingatan, itulah yang menyela di antara tantangan dan tanggapan. Katalah yang menanggapi tantangan, yang kita namakan penalaran. Jadi, batin yang berceloteh, yang menggunakan kata-kata, tidak dapat memahami kebenaran—kebenaran di dalam hubungan, bukan kebenaran abstrak. Tidak ada kebenaran abstrak. Tetapi kebenaran itu sangat halus. Yang halus sukar diikuti. Itu bukan abstrak. Ia muncul begitu cepat, begitu gelap, sehingga tidak dapat digenggam oleh batin. Bagaikan pencuri di waktu malam, ia datang dalam kegelapan, bukan pada saat Anda siap menerimanya. Penerimaan Anda hanyalah sekadar mengundang keserakahan. Jadi, batin yang terperangkap di dalam kata-kata tidak dapat memahami kebenaran.
The Book Of Life
Jiddu Krishnamurti
Sunday, May 20, 2012
Persepsi Kebenaran Terjadi Seketika
Keadaan berpikir dengan kata-kata telah dibangun selama berabad-abad, dalam hubungan antara individu dan masyarakat; sehingga kata, keadaan verbal adalah keadaan sosial di samping keadaan individual. Untuk berkomunikasi seperti kita lakukan sekarang, saya membutuhkan ingatan, saya membutuhkan kata, saya harus bisa berbahasa Inggris, Anda harus bisa berbahasa Inggris; itu telah dicapai selama berabad-abad. Kata bukan hanya dikembangkan di dalam hubungan sosial, melainkan juga sebagai reaksi di dalam hubungan sosial itu terhadap individu; di situ diperlukan kata. Masalahnya ialah, setelah memakan waktu begitu lama, berabad-abad, untuk membangun keadaan simbolik, kata-kata, dapatkah itu terhapus dengan seketika begitu saja? ... Melalui waku apakah kita akan membebaskan batin dari pembelengguan oleh kata-kata, yang telah dibangun selama berabad-abad? Ataukah belenggu itu harus patah dengan seketika? Nah, Anda mungkin berkata, ”Itu perlu waktu; saya tidak dapat melakukannya dengan seketika.” Ini berarti Anda membutuhkan waktu berhari-hari, ini berarti kelangsungan apa yang sebelumnya ada, sekalipun dimodifikasikan dalam prosesnya, sampai Anda mencapai tingkat yang di situ Anda tidak dapat berjalan lebih jauh lagi. Dapatkah Anda melakukannya? Oleh karena kita takut, karena kita malas, karena kita tidak mau berubah, kita berkata ”Mengapa pusing-pusing? Itu sangat sukar,” atau kita berkata, ”Saya tak tahu harus berbuat apa”—jadi Anda menunda, menunda, menunda. Tetapi Anda harus melihat kebenaran dari kelangsungan dan modifikasi kata. Persepsi akan kebenaran apa pun berlangsung seketika—bukan di dalam waktu. Dapatkah batin menembus dengan seketika, terhadap pertanyaan itu sendiri? Dapatkah batin melihat kata sebagai penghalang, memahami makna kata dengan sekilas, dan berada dalam keadaan yang di situ batin tidak lagi terperangkap di dalam waktu? Anda tentu pernah mengalami ini; cuma itu amat jarang bagi kebanyakan dari kita.
The Book Of Life
Jiddu Krishnamurti
The Book Of Life
Jiddu Krishnamurti
Saturday, May 19, 2012
Melihat Secara Luar Biasa
Jadi kita bertanya, seperti pada awal tadi, bisakah batin sampai pada penglihatan yang luar biasa, bukan dari tepi, bukan dari luar, bukan dari perbatasan, melainkan sampai ke situ tanpa pencarian apa pun? Dan sampai ke situ tanpa pencarian apa pun adalah satu-satunya jalan untuk menemukan. Oleh karena dengan datang ke situ tanpa tahu, maka tidak ada daya upaya, tiada pencarian, tiada pengalaman; dan ada pengingkaran total dari semua praktek-praktek yang normal untuk sampai kepada pusat itu, kepada pemekaran itu. Jadi batin sangat tajam, sangat sadar, tidak lagi bergantung pada pengalaman apa pun untuk tetap sadar.
Jika kita bertanya kepada diri sendiri, kita bisa bertanya dengan kata-kata—memang, bagi kebanyakan orang bertanya harus dengan kata-kata. Dan kita harus ingat: kata bukanlah hal yang dinamakannya—seperti kata ’pohon’ bukanlah pohon, bukan fakta aktualnya. Fakta aktualnya ialah apabila kita menyentuhnya, bukan melalui kata itu, melainkan apabila kita sungguh-sungguh kontak dengannya. Maka itulah aktualitas—yang berarti kata itu telah kehilangan kekuatannya untuk memukau orang. Contohnya, kata ’Tuhan’ telah terbebani begitu berat dan memukau orang begitu kuat sehingga mereka menerimanya atau menolaknya, dan bertingkah seperti tupai di dalam kurungan. Jadi kata dan simbol harus dikesampingkan.
The Book Of Life
Jiddu Krishnamurti
Jika kita bertanya kepada diri sendiri, kita bisa bertanya dengan kata-kata—memang, bagi kebanyakan orang bertanya harus dengan kata-kata. Dan kita harus ingat: kata bukanlah hal yang dinamakannya—seperti kata ’pohon’ bukanlah pohon, bukan fakta aktualnya. Fakta aktualnya ialah apabila kita menyentuhnya, bukan melalui kata itu, melainkan apabila kita sungguh-sungguh kontak dengannya. Maka itulah aktualitas—yang berarti kata itu telah kehilangan kekuatannya untuk memukau orang. Contohnya, kata ’Tuhan’ telah terbebani begitu berat dan memukau orang begitu kuat sehingga mereka menerimanya atau menolaknya, dan bertingkah seperti tupai di dalam kurungan. Jadi kata dan simbol harus dikesampingkan.
The Book Of Life
Jiddu Krishnamurti
Friday, May 18, 2012
Mengatasi Kata-kata
Untuk saling memahami, saya rasa perlu bahwa kita tidak terperangkap dalam kata-kata; oleh karena sebuah kata, seperti ’Tuhan’, misalnya, mungkin mempunyai makna tertentu bagi Anda, sedangkan bagi saya kata itu mungkin mewakili suatu rumusan yang sama sekali lain, atau tanpa rumusan sama sekali. Jadi hampir tidak mungkin berkomunikasi dengan orang lain kecuali kedua pihak berniat untuk saling memahami dan mengatasi kata-kata. Kata ’kebebasan’ pada umumnya menyiratkan bebas dari sesuatu, bukan? Biasanya itu berarti bebas dari keserakahan, dari iri hati, dari nasionalisme, dari amarah, dari ini atau itu. Sedangkan, kebebasan mungkin mempunyai makna yang lain sekali, yang adalah suatu rasa bebas; dan saya rasa sangat penting untuk memahami makna ini.
... Bagaimana pun juga, batin ini terbentuk dari kata-kata, di samping hal-hal lain. Nah, dapatkah batin bebas dari kata ’iri hati’? Cobalah bereksperimen dengan ini, dan Anda akan melihat bahwa kata-kata seperti ’Tuhan’, ’kebenaran’, ’kebencian’, ’iri hati’, mempunyai efek yang kuat dalam batin. Dapatkah batin secara neurologis dan secara psikologis bebas dari kata-kata ini? Jika batin tidak bebas dari kata-kata itu, ia tidak mampu menghadapi fakta iri hati. Bila batin dapat memandang langsung fakta yang dinamakannya ”iri hati”, maka fakta itu sendiri bertindak jauh lebih cepat daripada upaya batin untuk melakukan sesuatu terhadap fakta itu. Selama batin berpikir untuk melenyapkan iri hati melalui cita-cita tentang tanpa-iri hati, dan seterusnya, perhatiannya menyimpang, ia tidak lagi berhadapan dengan faktanya; dan kata ’iri hati’ itu sendiri merupakan pengalihan perhatian dari faktanya. Proses pengenalan adalah melalui kata; dan pada saat saya mengenali perasaan melalui kata, saya memberikan kelangsungan pada perasaan itu.
The Book Of Life
Jiddu Krishnamurti
... Bagaimana pun juga, batin ini terbentuk dari kata-kata, di samping hal-hal lain. Nah, dapatkah batin bebas dari kata ’iri hati’? Cobalah bereksperimen dengan ini, dan Anda akan melihat bahwa kata-kata seperti ’Tuhan’, ’kebenaran’, ’kebencian’, ’iri hati’, mempunyai efek yang kuat dalam batin. Dapatkah batin secara neurologis dan secara psikologis bebas dari kata-kata ini? Jika batin tidak bebas dari kata-kata itu, ia tidak mampu menghadapi fakta iri hati. Bila batin dapat memandang langsung fakta yang dinamakannya ”iri hati”, maka fakta itu sendiri bertindak jauh lebih cepat daripada upaya batin untuk melakukan sesuatu terhadap fakta itu. Selama batin berpikir untuk melenyapkan iri hati melalui cita-cita tentang tanpa-iri hati, dan seterusnya, perhatiannya menyimpang, ia tidak lagi berhadapan dengan faktanya; dan kata ’iri hati’ itu sendiri merupakan pengalihan perhatian dari faktanya. Proses pengenalan adalah melalui kata; dan pada saat saya mengenali perasaan melalui kata, saya memberikan kelangsungan pada perasaan itu.
The Book Of Life
Jiddu Krishnamurti
Subscribe to:
Posts (Atom)